.

.

RESUME SISTEM PENCERNAAN PADA TERNAK PERAH

Written By Unknown on Saturday, January 3, 2015 | Saturday, January 03, 2015

SISTEM PENCERNAAN PADA TERNAK PERAH
Perkembangan Dan Sistem Kerja Lambung Ruminansia
Sistem pencernaan pada ternak perah sebagai ternak ruminansia berbeda dengan ternak non ruminansia khususnya pada lambung, dimana lambung pada ternak ruminansia ganda yang terdiri atas bagian-bagian sepeti rumen, reticulum, omasum dan abomasum. Pada rumen ternak ruminansia terjadi proses  penghancuran dan fermentasi bahan pakan sehingga pada ternak ruminansia mampu mencerna bakam pakan yang berserat kasar tinggi.
1. Rumen, bagian yang tonjolannya seperti bulu (handuk).
2. Reticulum, bagian yang berbentuk seperti sarang laba-laba.
3. Omasum, bagian yang berbentuk seperti lembaran buku.
4. Abomasum, bagian yang terdiri dari lipatan-lipatan.
Perkembangan dan fungsi keempat komponen lambung ruminansia berlangsung sejalan dengan umur ternak. Pada ternak ruminansia yang baru lahir hanya abomasum yang sudah berfungsi. Ransum berupa air susu disalurkan langsung ke abomasum melalui oesophagus. Sebelum umur satu bulan hanya ransum yang berbentuk cairan yang dapat dimanfaatkan. Perkembangan dan fungsi komponen lambung ruminansia menjadi sempurna setelah sapi berumur satu tahun.
Susunan dan Proses Pencernaan Pada Ruminansia
1. Mulut (Gerakan Mekanis)
Proses penghancuran makanan dengan gerakan mekanis yang diawali pada bagian mulut, kemudian dilanjutkan dengan proses fermentasi di dalam perut. Mula- mula makanan masuk ke dalam mulut dan dikunya dengan gigi geraham belakang.
2. Rumen dan Reticulum
Dari mulut makanan masuk ke rumen melalui oesophagus. Rumen salah satu bagian dari ke empat bagian perut yang paling besar. Kemudian dari rumen masuk ke reticulum yang merupakan bagian perut yang terkecil.
3. Omasum
Omasum adalah bagian perut sapi yang memiliki jaringan yang mirip dengan lembaran buku. Bagian ini berfungsi melepaskan dan membuang kelebihan air sebelum behan-bahan tersebut dikirim ke abomasum. Pada bagian ini bahan makanan terjadi proses awal biokimia yang utama.
4. Abomasum
Di dalam abomasum dikeluarkan sebagian besar asam gastric-juice yang
dapat membunuh mikroba dan memulai proses pencernaan protein. Dinding abomasum mengeluarkan getah lambung yang mengandung asam hidroklarik serta enzim pepsin dan renin. Pepsin berfungsi memecah protein menjadi pepton dan protease. Sedangkan renin yang berfungsi mengentalkan susu dan mempunyai
peranan penting pada ternak ruminansia yang sedang menyusui.
5. Usus Halus
Usus halus ukurannya cukup panjang dan merupakan daerah utama protein diabsorpsi serta tempat untuk memproduksi glukosa dari hasil pencernaan karbohidrat. Di dalam usus halus, ransum yang semula bereaksi asam dirubah menjadi alkalis.
6. Colon (Usus Besar)
Usus besar tidak sepanjang dengan usus halus, akan tetapi memiliki diameter yang lebih besar. Pada bagian ini air yang berlebihan dikeluarkan dari isi perut dan pada bagian ini pula bahan makanan yang tidak tercerna terkumpul berupa kotoran (feses). Pada usus besar ini ada beberapa micro-organisme yang bekerja dimana dapat melanjutkan dan menyempurnakan proses fermentasi serat kasar.
7. Organ Lain yang Berfungsi sebagai Alat Pencernaan 
  •       Hati, berfungsi menyimpan energi, sejumlah ammonia dalam darah dan mengubah berbagai bahan kimia menjadi bahan yang lebih sederhana yang kemudian dapat dimanfaatkan oleh tubuh. 
  •       Ginjal, berfungsi mengambil sisa bahan makanan dari dalam darah yang kemudian dilepas dalam bentuk air kencing.
Proses Fermentasi Dalam Rumen
Fermentasi adalah suatu proses penghancuran makanan yang berlangsung secara terus menerus di dalam rumen. Proses ini memerlukan air luda (saliva) yang jumlahnya cukup besar. Saliva diproduksi oleh suatu kelenjar di dalam mulut sapi. Selama proses fermentasi berlangsung, diproduksi pula gas carbon dioksida dan methan. Keuntungan dengan terjadinya fermentasi sebelum ransum sebelum sampai ke usus antara lain:
  • ΓΌ  Produk fermentasi mudah diserap oleh usus.
  •     Dapat mencerna sellulosa
  •     Dapat menggunakan NPN seperti urea pada ransum
  •     Dapat memperbaiki kualitas protein pakan yang nilai hayatinya rendah.
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment



 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Kampus_peternakan - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Modified by CaraGampang.Com
Proudly powered by Blogger