.

.

Kadar Hemoglobin dalam Darah (Metode Sahli)

Written By Unknown on Monday, March 2, 2015 | Monday, March 02, 2015


Tinjauan Pustaka
Haemoglobin (Hb) tersusun atas protein globular. Tiap rantai Hb terdiri atas empat rantai polipeptida, rantai ini terdiri dari dua rantai alfa. Tiap rantai mengandung 141 asam amino, sedangkan pada rantai beta tiap rantainya mengandung asam amino sebanyak 146 (Kimball, 1998).
Apabila jumlah Hb atau sel darah merah yang fungsional berkurang jauh di bawah normal maka akan terjadi anemia. Penyebab anemia antara lain defisiensi zat besi, Ca, vitamin dan asam amino dalam makanan, dan gizi makanan kurang (Dukes, 1993).
Kelebihan haemoglobin disebut policitaemia. Penyebabnya karena kelebihan olahraga orang yang tinggal di daerah tinggi. Policitaemia mengakibatkan naiknya viscositas darah, terkadang sampai lima kali lipat dan memberatkan kerja jantung. Di dalam darah mamalia, haemoglobin bertanggung jawab terhadap semua proses pengangkutan oksigen dalam darah dengan presentasi sel darah merah meningkat sekitar 20 ml oksigen per 100 ml darah (Poedjiadi, 1994).
Setiap atom Fe (ada empat Fe) pada haeme dapat mengikat oksigen secara reversabel. Hb teroksigenasi atau disebut HbO2 (oksi Hb) mengandung empat mol oksigen, Hb juga dapat berikatan dengan karbondioksida pada gugus asam aminonya membentuk karbomino (Hb CO2), juga dengan Na membentuk Hb. Met Hb dapat diproduksi menjadi Hb oleh dithionit (Na2Na2O4). Met Hb dapat beraksi dengan anion pada pH basa dan pada pH asam (Nurcahyo, 1998).

Materi dan Metode

Materi
Alat. Alat yang digunakan pada praktikum kadar hemoglobin dalam darah antara lain hemoglobinometer Sahli dan kapas.
Bahan. Bahan yang digunakan dalam praktikum kadar hemoglobin dalam darah adalah HCl 0,1 N, aquadestilata, sampel darah ternak, dan alkohol 70%.

Metode
Tabung Sahli diisi dengan HCl 0,1 N sampai angka 10. Sampel darah disiapkan dan darah dihisap secara perlahan-lahan dengan menggunakan pipet Sahli dengan aspioratornya sampai batas 0,02 ml. Ujung pipet dibersihkan dan segera dimasukkan ke dalam tabung Sahli. Tabung Sahli diletakkan antara kedua bagian standar warna dalam hemoglobinometer. Dibiarkan selama 3 menit sampai terbentuk asam hematin. Dengan menggunakan pipet tetes, aquadestilata ditambahkan ke dalam tabung setetes demi setetes sambil diaduk sampai warna sama dengan warna standar. Tinggi permukaan cairan pada tabung Sahli dibaca dengan melihat skala jalur 95%, yang berarti banyaknya hemoglobin dalam gram per 100 ml darah. Jalur skala lainnya pada tabung Sahli, kalau ada penunjukkan hemoglobin terhadap nilai hemoglobin normal 15,6% atau nilai normal lainnya yang tertera pada alat hemoglobinometer.

Hasil dan Pembahasan

Hasil
Absolute Hb Consentration                        : 16,2 g/ml
Perhitungan kadar Hb                    : 109,2 g/100ml

Pembahasan
Pada praktikum pengukuran kadar hemoglobin dalam darah digunakan metode Sahli. Keuntungan metode Sahli jika dibandingakan dengan metode cyanomethemoglobin adalah metode Sahli lebih mudah dan murah, alat yang digunakan sederhana, dan masih dapat digunakan di sarana kesehatan yang belum terdapat fotokalorimeter. Namun, hasil yang diperoleh jika menggunakan metode cyanomethemoglobin akan lebih teliti daripada menggunakan metode Sahli. Menurut hasil percobaan terhadap sampel darah ternak yaitu darah domba, diperoleh hasil Absolute Hb consentration adalah 16,2 g/dl dan perhitungan kadar Hb sebesar 109,2 g/100ml. Menurut Frandson (1993), kadar hemoglobin normal pada domba sekitar 11-13 g/100 ml. Jadi, kadar hemoglobin sampel darah ternak (darah domba) tidak sesuai dengan kadar hemoglobin normal.
Menurut Poedjiadi (1994), kadar Hb normal pada manusia dewasa laki-laki 13,5 sampai 18,0 g/dl, perempuan 11,5 sampai 16,5 g/dl (pada ibu hamil 11,0 sampai 16,5 g/dl), bayi 13,6 sampai 19,6 g/dl, bayi 3 bulan 9,5 sampai 12,5 g/dl, balita satu tahun 11,0 sampai 13,8 g/dl, anak 10 sampai 12 tahun 11,5 sampai 14,8 g/dl. Pada darah mamalia haemoglobin bertanggung jawab terhadap semua proses pengangkutan oksigen dalam darah dengan presentasi sel darah merah meningkat sekitar 20 ml oksigen per 100 ml darah.



Kesimpulan
Dari hasil percobaan dengan menggunakan sampel darah kambing dapat diketahui bahwa kadar hemoglobin yang terdapat dalam darah probandus yaitu 109,2 g/100ml.




Daftar Pustaka
Dukes, H.N. 1993. The Physiology of Domestic Animal. New York :
            University College.

Kimball, J.W. 1998. Biologi. Edisi IV. Jilid 1. Jakarta : Erlangga.

Nurcahyo, Heru. 1998. Anatomi Fisiologi Hewan. Jurusan     Pendidikan Biologi UNY. Yogyakarta.

Poedjiadi, Anna. 1994. Dasar – dasar Biokimia. Jakarta : Universitas Indonesia Press.


Share this article :

0 komentar:

Post a Comment



 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Kampus_peternakan - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Modified by CaraGampang.Com
Proudly powered by Blogger