.

.

KESIAPAN PENCAPAIAN SWASEMBADA SUSU

Written By Unknown on Thursday, June 6, 2013 | Thursday, June 06, 2013

KESIAPAN PENCAPAIAN SWASEMBADA SUSU


 Oleh:
Priyono, S.Pt, M.Si
Konsultan Agribisnis Peternakan dan Dosen Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Purworejo
E-mail: priyono.spt@gmail.com
Sepertinya sudah lama jari jemari ini tidak menari diatas papan keyboard laptop usang yang sudah setia menemaniku selama ini. Rasanya seperti melepas dahaga dengan jus jeruk ditengah gurun Nevada yang lumayan cukup terik ketika saya sudah bisa mulai menorehkan kata demi kata dalam papan keyboard ini. Semoga inspirasi yang akan saya tuliskan dalam artikel kali ini mampu memberikan inspirasi maupun memberikan informasi yang bermanfaat bagi pembaca semua.
Siapa yang tidak pernah sekalipun minum susu ?. Wah, pertanyaan apa ini, pertanyaan yang tidak perlu dijawab. Mungkin hal itulah yang akan anda berikan dengan tegas dan lugas ketika saya mengajukan pertanyaan tersebut diatas. Memang benar, sebagian besar orang pasti sudah pernah minum susu. Coba siapa yang akan menyangkal ?. Kalau masih menyangkal, coba kita tanyakan pada Ibu yang telah melahirkan kita, tanyakan saja apakah beliau memberikan susu kepada anda ketika anda masih bayi. Pasti jawaban Ibu anda, pasti tentu donk nak.
Sampai umur dewasa pun sebagian besar orang banyak dijumpai masih mengkonsumsi susu. Tentu bukan susu Ibu lagi dong !, melainkan susu yang dihasilkan dari hewan ternak seperti susu sapi, susu kambing, susu kerbau, susu unta dan ada lagi jenis susu yang sering muncul dalam iklan-iklan radio, susu kuda Sumbawa tepatnya. 
Susu sapi merupakan susu yang paling digemari oleh masyarakat karena memiliki kandungan gizi yang tinggi dan rasanya pun enak. Saat ini banyak sekali dijumpai susu-susu kemasan yang banyak dijual baik di warung, toko, pasar, minimarket hingga supermarket. Jangan pernah tanya apa saja merk dan bentuknya, coba lihat sendiri saja sambil jalan-jalan. Insyaallah tidak akan muncul pertanyaan lagi deh, hehe.
 
Kenapa susu ?. Susu merupakan produk hasil ternak yang kaya akan protein hewani. Susu secara alami merupakan bahan makanan yang paling baik. Susu sangat penting dalam menu makanan sehari-hari, karena didalam susu mengandung protein, kalsium dan riboflavin. Didalam susu mengandung 4 macam protein, yaitu casein, alpha-laktalbumin, beta-laktoglobulin dan immnunoglobulin. Adapun casein merupakan komponen terbesar penyusun protein susu.
Susu merupakan satu-satunya bahan makanan yang mengandung karbohidrat laktosa. Rata-rata susu mengandung laktosa sebesar 4,9% dengan variasi kandungan laktosa pada susu yang berasal dari beberapa spesies berada pada interval 3,5% sampai 6,0%. Adapun sumber mineral dari susu yaitu kalsium dan phospat. Disamping itu terdapat berbagai kandungan gizi lain seperti vitamin, lemak dan lain-lain.
Mengingat pentingnya bahan makanan susu tersebut, maka pemenuhan kebutuhan akan susu untuk masyarakat menjadi hal yang sangat penting. Geliat pengembangan ternak sapi perah sebagai penghasil utama susu sapi sudah mulai terlihat. Meskipun secara signifikan belum terlihat secara menyeluruh dan komprehensif. Ini menjadi PR kita bersama sebagai generasi muda penerus bangsa untuk bersama-sama menemukan solusi terbaik untuk pengembangan ternak sapi perah sebagai penghasil susu secara merata di seluruh wilayah Indonesia.
Perlu kita ketahui, bahwa pengembangan ternak sapi perah sebagai penghasil utama susu saat ini sebagian besar masih tersentra di Pulau Jawa. Sedangkan populasi di luar pulau jawa masih kurang. Bagaimana supaya masyarakat bisa menangkap peluang budidaya sapi perah dan pengolahan susu yang masih memiliki peluang sangat tinggi untuk dikembangkan. Inilah yang perlu kita diskusikan bersama antar elemen peternak, masyarakat, pemerintah dan pihak swasta untuk bersama-sama memunculkan solusi terbaiknya. 
Fakta yang terjadi di Negara kita, bahwa produksi susu segar dalam negeri masih belum mampu mencukupi kebutuhan Industri Pengolahan Susu (IPS). Pemenuhan kebutuhan IPS tersebut sampai saat ini masih harus dipenuhi dari susu impor. Bayangkan, misal produksi susu dari petani dan peternak kita hanya sebesar 30% dan sisanya sebesar 70% masih harus diimpor untuk mencukupi kebutuhan. Tentu ini menyisakan tugas sekaligus peluang bagi kita semua untuk mengembangkan tercukupinya kebutuhan susu segar dalam negeri.
Swasembada susu hendaknya merupakan target kita bersama untuk semakin mengembangkan potensi pertanian dan peternakan di negara kita. Saat ini setiap tanggal 1 Juni diperingati sebagai hari susu nasional atau hari susu nusantara. Semoga momen yang baru kita lewati kemarin akan semakin menyadarkan masyarakat kita akan pentingnya gizi susu, sehingga masyarakat akan secara sadar untuk gemar meminum susu. Lantas bagaimana kesiapan negara kita untuk mengejar tercapainya swasembada susu ?. Bagaimana strategi untuk mengembangkannnya?. Mari sumbangkan pemikiran dan ide cemerlang kita untuk membantu mewujudkan swasembada susu negara kita tercinta Indonesia.
(Mohon bagi anda yang akan mengutip tulisan ini, cantumkan nama pengarang dan sumbernya. Dengan melakukan hal ini, anda sudah menghargai karya orang lain. Terimakasih atas perhatian dan kerjasamanya).
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment



 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Kampus_peternakan - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Modified by CaraGampang.Com
Proudly powered by Blogger