.

.
Home » , , , » MENINGKATKAN PRODUKSI AYAM PEDAGING MELALUI PENGATURAN PROPORSI SEKAM, PASIR DAN KAPUR SEBAGAI LITTER

MENINGKATKAN PRODUKSI AYAM PEDAGING MELALUI PENGATURAN PROPORSI SEKAM, PASIR DAN KAPUR SEBAGAI LITTER

Written By Unknown on Tuesday, November 25, 2014 | Tuesday, November 25, 2014


MENINGKATKAN  PRODUKSI  AYAM  PEDAGING  MELALUI
PENGATURAN  PROPORSI SEKAM, PASIR DAN KAPUR SEBAGAI  LITTER.

Muharlien, Achmanu dan R.Rachmawati.
Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya.
 Malang

ABSTRAK

  Penelitian bertujuan  untuk mengetahui  proporsi yang tepat antara sekam, pasir dan kapur  sebagai litter terhadap produksi ayam pedaging. Hasil penelitian diharapkan dapat digunakan sebagai informasi dan pertimbangan bagi peternak ayam pedaging dalam penggunaan proporsi sekam, pasir dan kapur yang tepat sebagi litter untuk meningkatkan produksi ayam pedaging. Materi yang digunakan adalah 72 ekor ayam pedaging jantan strain Lohman umur 3 minggu, dengan bobot badan 424,74 ± 42,46 g
Metode penelitian adalah percobaan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan enam ulangan. Perlakuan yang diberikan adalah perbedaan proporsi antara sekam, pasir dan kapur sebagai litter, yaitu P0 = litter dari 100 % sekam , P1 =  50 % sekam, 33 % pasir, 17 % kapur. Perlakuan P2 = 33 % sekam, 50 % pasir, 17 % kapur dan P3 = 41,5 % sekam, 41,5 % pasir dan 17 % kapur. Variabel yang diamati meliputi konsumsi pakan, pertambahan bobot badan dan konversi pakan. Data  dianalisis dengan sidik ragam, dan jika terdapat perbedaan yang nyata atau sangat nyata dikanjutkan dengan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT).
 Hasil penelitian menunjukkan penggunaan proporsi sekam, pasir dan kapur dalam litter memberikan perbedaan pengaruh yang nyata (P<0,05) terhadap konsumsi pakan dan pertambahan bobot badan, tetapi tidak memberikan perbedaan pengaruh yang nyata terhadap konversi pakan.  
Kesimpulan, penggunaan litter yang terdiri dari 50 % sekam, 33 % pasir dan  17 % kapur dapat meningkatkan konsumsi pakan dan pertambahan bobot badan pada ayam pedaging dan tidak menurunkan konversi pakan. Saran pada pemeliharaan ayam
pedaging untuk meningkatkan konsumsi pakan dan pertambahan bobot badan  sebaiknya digunalkan litter yang terdiri dari 50 % sekam, 33 % pasir dan  17 % kapur 

Kata kunci : Ayam pedaging, konsumsi pakan, pertambahan bobot badan, konversi 
                     Pakan,  dan litter. 

INCREASED  OF  BROILER PRODUCTION PASSED ARRANGEMENT OF PROPORTION  RICE HULL, SAND AND QUICKLIME AS LITTER.

 ABSTRACT 

The aim of the research was to study the correct proportion among rice hull, sand and quicklime for increasing broiler production performances. The results of research expected can be used as consideration and information for  broiler rearing by using the correct proportion of rice hull, sand and quicklime of litter to increase broiler production. The material of the research was 72 broilers, Lohman Strain of 2 weeks old and body weight was 424,74 ± 42,46 g. The research method was experimentally with Completely Randomized Design (CRD). Variables observed were feed consumption, body weight  gain and feed conversion. The data were analysis with Analysis of Variance and if there were any significant difference would  be continued with Least Significant Differences (LSD). 
The result of this research indicated that difference proportion of rice hull, sand and quicklime in litter had significant effect (P<0,05) on feed consumption and daily gain but had no significant effect on feed conversion. Feed consumption  (3236,13 ± 47,75 g) and body weight gain  (2174,42 ± 98,60 g) and feed conversion (1.81 – 1.85). The conclusion used of litter which consist of 50 % rice hull, 33 % sand and 17 % quicklime can increase feed consumption and  body weight of broiler. It was  suggested that on rearing broiler by using litter with  proportion of 50 % rice hull,  33 % sand and 17 % quicklime.


Keyword : Broiler, feed consumption, daily gain, feed conversion,  and litter.





PENDAHULUAN.
. Ayam pedaging merupakan salah satu jenis ayam yang sangat efektif untuk menghasilkan daging. Dalam pemeliharaan ayam pedaging, untuk mendapatkan hasil yang diinginkan, maka usaha tersebut harus mempunyai manajemen yang baik.  Salah satu aspek dari manajemen adalah tatalaksana perkandangan. Kandang yang biasa digunakan dalam pemeliharaan ayam pedaging adalah kandang sistem litter. Penggunaan alas kandang akan berpengaruh besar terhadap produktifitas unggas seperti pertambahan bobot badan dan produksi, karena masing-masing alas kandang mempunyai kelebihan dan kekurangan tersendiri. Dalam pemeliharaan unggas diperlukan ketelitihan dalam memilih dan menggunakan alas kandang, agar unggas dapat berproduksi setinggi mungkin (Murtidjo, 1987). Menurut Achmanu dan Muharlien (2011) Kandang yang lantainya diberi alas (litter) yang berfungsi untuk menyerap air , agar lantai kandang tidak basah oleh kotoran ayam, karena itu bahan yang digunakan untuk litter harus mempunyai sifat  mudah menyerap air, tidak berdebu dan tidak basah. Hal ini didukung oleh Tobing (2005), yang menyatakan bahwa alas kandang harus cepat meresapkan air karena litter mempunyai fungsi strategis sebagai pengontrol kelembapan kandang, tidak berdebu dan bersifat empuk sehingga kaki ayam tidak luka/memar.
Bahan litter yang paling banyak digunakan pada peternakan ayam pedaging di Indonesia yang menggunakan sistem litter adalah sekam (rice hull). Reed dan McCartney (1970) menjelaskan bahwa sekam paling banyak digunakan untuk alas kandang karena mempunyai sifat-sifat sebagai berikut : dapat menyerap air baik, bebas debu, kering, mempunyai kepadatan (density) yang baik, dan mamberi kehatan kandang. Sifat lain dari sekam selain dapat menyerap air dijelaskan oleh Luh (1991), bahwa sekam padi bersifat tidak mudah lapuk, sumber kalium, cepat menggumpal dan memadat. 
Dalam penggunaan bahan litter seabagi alas kandang, ada beberapa yang menyarankan untuk mencampur dengan pasir dan kapur. Penambahan pasir dalam campuran litter, disebabkan oleh sifat dari pasir yang dapat mendukung optimalisasi fungsi litter, seperti tidak menggumpal dengan penggunaan dalam jangka waktu yang lama (Ritz, et al 2002). Sedangkan bahan kapur ditambahkan yaitu berfungsi untuk meredam amonia dari kotoran ayam dan membunuh bibit penyakit (Murtidjo, 2002). Sistematis peredaman amonia oleh kapur dijelaskan oleh Tobing (2005), bahwa mineral kalsium yang terkandung dalam kapur dapat melepas dan mengikat molekul-molekul air secara reversible (bolak-balik). Pencampuran ketiga bahan litter tersebut, diharapkan dapat mengatasi masalah yang terjadi yang disebabkan oleh kelembapan karena kotoran dari ayam dan faktorfaktor lain, yang dapat mengganggu kesehatan ayam pedaging.
Terganggunya kesehatan ayam secara otomatis dapat mengurangi jumlah pakan yang dikonsumsi, sehingga dapat mempengaruhi pertambahan bobot badan dan konversi pakan ayam pedaging. Menurut (Tobing, 2005) penggunaan alas kandang yang tepat bukan saja dapat mengurangi angka kematian, tetapi sekaligus meningkatkan bobot akhir ayam pedaging dan menurunkan konversi pakan. Berdasarkan uraian diatas maka perlu dicari proporsi  bahan untuk litter yang tepat dalam upaya meningkatkan produksi ayam pedaging.

MATERI DAN METODE
Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Lapang Fakultas Peternakan di Sumber Sekar, Dau, Malang,  selama 4 minggu. Materi penelitian menggunakan 72 ekor ayam pedaging jantan umur 3 minggu dengan rataan bobot badan  424,74 ± 42,46 gram dengan koefisiensi keragaman
9,99 %.  
Metode            penelitian, menggunakan            percobaan        dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 6  ulangan. Tiap ulangan terdiri dari 3 ekor ayam pedaging. 

download full disini http://adf.ly/ucxU0 
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment



 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Kampus_peternakan - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Modified by CaraGampang.Com
Proudly powered by Blogger